MENDING WALL (Anindyanti Novita)

  1. MENDING WALL

Abstrak : Dalam puisi Mending Wall, terlihat beberapa hal menjadi sebuah pertanyaan dalam benak kita. Kenapa “Mending”? dan kenapa pula harus “Wall” lalu disatukan menjadi sebuah Phrase “Mending Wall”. Sebuah sign yang ingin disampaikan oleh penulis melalui symbol mending dan wall inilah yang akan dicari tahu dan dikritisi dengan cukup. Untuk itulah, perlu untuk memunculkan pengertian umum tentang wall sebelum beranjak pada kaitan wall dengan content dari cerita. Mudahnya, wall adalah conventional symbol bahwa wall mengandung arti sebuah rintangan atau penghalang di antara manusia maupun komunikasinya.

Keywords: symbol; “mending-wall”; konvensi; penghalang untuk komunikasi dan kehidupan sosial manusia

Analisis: Robert Frost adalah salah satu penyair periode modernism yang ahli dalam menggunakan symbol. mending Wall adalah salah satu contohnya. Dalam puisi ini, dari judulnya saja kita sudah bisa melihat mana symbol yang digunakan oleh Frost, yaitu “Mending” dan “Wall”. Frost menuliskan puisi ini setelah terinspirasi oleh pengalamanya pada tahun 1915, saat tinggal di Franconia, New Hampshire dan memiliki farm. Mending Wall adalah deskripsi dari tembok batu yang terdapat di Frost farm(Wikipedia.com_Robert Frost). Wall secara konvesional telah disebutkan sebelumnya adalah penghalang. Disebutkan dalam bait pertama puisi nya something there is that doesn’t love a wall, bahwa wall itu sometime tidak disukai, mengapa? Dijelaskan pada bait ke empat, and makes gaps even two can pass abreast, karena wall menciptakan sebuah jurang pemisah. Jurang pemisah antara apakah yang dimaksudkan oleh Frost?

There where it is we do not need the wall

He is all pine and I am apple orchard.

My apple trees will never get across

And eat the cones under his pines, I tell him.

He only says, “Good fences make good neighbors”

Jurang pemisah yang dimaksud adalah antara he is all pine dan I am apple orchard. Apa maksd symbol tersebut?, menurut intepretasi kami, jurang pemisah itu meisahkan antara orang tua yang masih hidup dengan mempertahankan ke-countryside-anya, dengan symbol pine yang hanya tumbuh di daerah pegunungan, seolah masih menunjukan sebuah keadaan desa yang tradisional dengan pine. Sedang apple orchard yang menunjukan sesuatu yang lebih segar, lebih hidup, sangat cocok bila apple orchard dimaksudkan orang yang berjiwa muda yang tidak konservative(tradisional). Jadi dapat kami simpulkan, bahwa tema yang ditunjukan oleh symbol – symbol yang ada ini adalah konflik yang terjadi antara oldman dan the youth atau dapat kami katakana, konflik antara tradisional dan perubahan, yang terlihat dari bait di bawah ini;

I see him there

Bringing a stone grasped firmly by the top

In each hand, like an old-stone savage armed.

He moves in darkness as it seems to me

Jadi terlihat jelas, bahwa tema dari puisi ini adalah konflik antara orang tua dan anak muda yang membawa perubahan. Dari puisi inilah yang mewakilkan pertanyaan – pertanyaan dilematis para generasi muda terhadap cara menyikapi hidup generasi tua.

Sekedar tambahan puisi ini juga menunjukan konflik antara alam dan wall sebagai penghalang. Dalam bait something there is that doesn’t love a wall serta but at spring mending-time we find them there menunjukan hubungan alam yang tidak mau dibatasi oleh apapun, yang dalam puisi ini direpresentasikan dihalangi oleh wall (Mending-time adalah kegiatan tradisional para petani new England). Alam ingin menghancurkan penghalang tersebut yang makanya semanagt yang didadpat dari nature itulah yang dimiliki generasi muda, sehingga mereka mengatakan there where it is we do not need the wall.

 

  1. THE DEATH OF THE HIRED MAN

Tokoh yang memiliki konflik di dalam puisi ini adalah sepasang suami – istri yang hidup di farm. Puisi di mulai dengan menceritakan Mary yang sedang duduk menunggu kedatangan Warren. Ketika Mary melihat Warren, suaminya hamper sampai di rumahnya, Mary mengatakan bahwa Silas telah kembali. Kedua orang itupun mulai membicarakan tentang Silas, andaikan The Death of The Hired Man ini adalah sebuah short fiction, maka terjadi flash back, tentang Silas. Terjadi sedikit perdebatan antara Warren, yang kurang menyukai kembalinya Silas, dan Mary, yang meskipun tidak suka, tapi dia lebih melihat keadaan Silas, hampir mati dan kesakitan, namun akhirnya, disaat Warren terbujuk oleh istrinya dan menghampiri Silas di dalam rumahnya, Silas telah MATI.

Dalam puisi Frost satu ini, meskipun panjang, dan terdiri dari percakapan – percakan antara Warren dan Silas, namun pada dasarnya, puisi ini sangat mudah dimengerti. Sebagaimana cirri khas Frost, yang dalam pembuatan puisinya dia menggunakan kata yang mudah untuk dipahami, dimengerti, bahasa Inggris orang – orang new England yang digunakan oleh Frost adalah bahasa Informal, bahasa sehari – hari, bukan bahasa Formal, maupun bahasa Puisi. Lebih mendalam lagi, pada pembahsan kali ini tentang konflik yang terjadi dalam puisi tersebut. Namun sebelum beranjak pada Konflik yang terjadi, sebuah intepretasi muncul ketika menyadadri bahwa Vocal Character dalam puisi tersebut tidak hanya symbol antara laki – laki dan perempuan, bila kita baca dengan lebih hati – hati keseluruhan percakapan mereka, akan terlihat bahwa sebenarnya Warren adalah symbol dari keadilan, dan Mary sebagai pemurah hati. Warren yang memiliki alasan kuat untuk tidak menerima kembali Silas, dia adil pada kenyataan, bahwa Silas memang seoarng teman, disaat Silas membutuhkan Warren, dia ada. Namun ketika Warren membutuhkan Silas, silas pergi. Terlihat dari bait off he goes always when I need him most. Sedangkan Mary lebih bersikap bijak dan pemurah. Kembali pada Konflik.Terdapat dua konflik yang dapat ditangkap di sini, antara lain:

Pertama : konflik tentang gender. Kenyataan bahwa Mary diasosiasikan sebagai symbol pemurah hati, ini dapat dijelaskan mengapa symbol itu berada pada diri Mery, karena Mary adalah perempuan. Selagi Mery sebagai seorang perempuan yang bermurah hati kepada Silas, namun dimungkinkan dia telah mengetahui sebelumnya, bahwa Silas pada kenyataanya sedang dalam kondisi sakit dan menyedihkan, sedangkan Warren sebagai laki – laki tidak. Mery memutuskan untuk mengatakan tujuan kedatangan kembalinya Silas bukan untuk sekedar kembali, tapi untuk mati. Mary tidak hanya menunjukan kelembutanya pada Silas tetapi juga pada Warren.

Kedua: konfik yang lain adalah tentang kelas, tentang strata. Silas adalah sosok uneducated, tidak berpendidikan, dan dibandingkan dengan Harold, yang bersekolah, pun mampu berbahasa Latin, lalu Harold yang tidak mempercayai Silas yang katanya bisa menemukan air dengan menggunakan “Hazel Prong”. Ini adalah kepercayaan Silas terhadap dongeng kuno, dan dia ingin membuktikanya. Begitu juga yang terjadi antara Silas dan kakaknya, silas hanya seorang farmer, namun kakaknya adalah seorang direktur Bank yang kaya, dan Silas tidak pernah mau untuk bertanya maupun meminta pada kakaknya. Bahkan Silas menyebut Harold dalam puisinya sebagai “not to be the fool of books.”

Demikian konflik yang terjadi dalam cerita tersebut, tokoh – tokoh di dalam cerita ini oleh Frost diberikan symbol untuk mewakili sesuatu. Silas sebagai laki – laki yang conservative, kuno sampai akhir hayatnya, sedangkan Warren sebenarnya mewakili sosok laki – laki yang conservative pula, namun dia berubah, satu – satunya karakter yang berubah, yang pada akhirnya dia mau menuruti apa kata istrinya. Sedangkan Mary adalah tokoh yang mewakilkan perempuan yang telah modern, mau berfikir, dan mau membantu suaminya, khususnya tentang permasalahan mereka dengan Silas.

 

  1. THE TUFT OF FLOWERS

Abstrak: sebuah inspirasi yang muncul dari sekumpulan bunga yang dilihat Frost. Hanya dengan melihat sekumpulan bunga itu, dia terinspirasi akan sesuatu yang mungkin membuat dirinya merasa akan lebih bisa bekerja dengan orang lain. Sosok him yang dilihat di behind an isle of trees membuatnya merasa bahwa sabagai seorang laki – laki, ada kalanya harus bekerja sendiri, namun ada kalanya harus bekerja bersama – sama. Inspirasinya yang melihat alat pemotong rumput, melihat seorang flourish, dan bunga – bunga yang dirawatnya seolah membuat Frost bersatu dengan alam, dan mampu mendengar suara halus kicauan burung. Dan tiba – tiba, dalam dirinya, muncul sebuah semangat hidup yang berbeda, as he said that feel a spirit kindred to my own. Dan di akhir puisi dia mengatakan “men work together,” I told him from the hearth, “whether they work together or apart.” Sesuatu yang memang harus disadari dan dimengerti, bahwa laki – laki memang harus seperti itu.

Dalam puisi the Tuft of flowers , dia menyebut orang lain, yang pertama itu bagian dari tugas. Meskipun tidak pernah bertemu, dan pada akhirnya Frost telah dikomunikasikan melalui seikat bunga. Selain itu, dia mendapatkan ide ketika bekerja sendiri, apakah kita bekerja sendiri atau bersama-sama, tetapi pada akhir puisi ia telah berubah arah, bahwasanya bekerja dengan yang lain, apakah bekerja sendiri atau bersama-sama. Frost sering menggunakan transisi dalam puisi.

Symbol: flowers, berarti banyak, bunga bila terkumpul banyak terlihat sangat indah. Meskipun begitu, flower saja yang berarti sebuah, tetap terlihat indah karena bunga memiliki daya tarik sendiri.

 

  1. THE ROAD NOT TAKEN

Abstrak: sebuah symbol yang sederhana terlihat dalam puisi Frost yang berjudul The Road Not Taken. Kenapa harus road, secara konvensional road merepresentasikan sebuah jalan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mencapai sesuatu. Lalu mengapa puisi dengan empat stanza ini menggunakan road yang not taken?

Analisis: not taken, sesuatu yang tidak mampu dipilih. Puisi ini kembali lagi dibuat oleh Frost dengan gayanya yang kembali sederhana, dan mudah untuk dimengerti oleh pembaca. Namun ada beberapa hal yang harus kita garis bawahi, bahwa dalam puisi ini Frost mengajukan sebuah pilihan dan penawaran. Dalam filosofi kehidupan, seseorang memang selalu dihadapkan pada sebuah pilihan. Kali ini Frost memberikan pilihan tentang sebuah jalan, jalan untuk kehidupan. Dia mengatakan, And sorry I could not travel both, And be one traveler, long I stood, seorang manusia pasti tidak mampu memilih dua jalan sekaligus. Kita harus memilih satu jalan yang memang benar – benar pilihan kita. Konsekuansi dari pilihan itulah yang ingin ditawarkan oleh Frost, ada Interpretasi ironi yang dapat ditangkap di sini adalah I took the one less traveled by, And that has made all the difference. Pilihan inilah yang akhirnya diambil oleh Frost, mengapa Irony, karena pilihan yang dia ambil adalah jalan yang sedikit dipilih oleh orang lain, namun kita dihadapkan pada konsekuensi. Apakah jalan yang kita ambil itu akan membuat sebuah perbedaan dengan orang lain, atau tidak membuat perbedaan sama sekali?, dan tak seorang pun tau bagaimana masa depan itu.

 

CIRI KHAS ROBERT FROST

Robert Forst sering menggunakan bahasa figuratif “Angka pembicaraan” – salah satu cara untuk menyatakan sesuatu selain literal meaning of the words. Misalnya, “Seluruh dunia adalah tahap” Frost mereka sering disebut hanya sebagai “angka.” berkata, “Setiap saya menulis puisi adalah figuratif dalam dua indera. Angka ini akan ada di dalamnya, tentu saja, tetapi juga di angka itu sendiri – sebuah angka untuk sesuatu, dan ini dilakukan agar dapat memperoleh lebih dari satu untuk mengetahui seluruhnya”

  • Kebanyakan puisinya berasal dari pengalaman-pengalaman hidupnya ketika tinggal di New England.
  • Tema-temanya beraliran “ Natural Landscape” dan termasuk puisi tradisional formal, yang mengisahkan tentang pengalaman universal, bukan merupakan penyair daerah.

  • Gaya penulisannya sangat sederhana dengan menggunakan artikulasi bahasa sehari-hari. Penggunaan kata-kta dalam puisinya sangat alamiah. Dan dalam struktur puisinya tidak ditemui hal-hal yang complicated karena menggunakan bahasa sehari-hari.. Cara menulisnya yang sederhana itu merupakan efek dari dia tinggal di New England, dimana dia tinggal dalam kehidupan yang sederhana.

  • Dia mengembangkan sajaknya dalam cara yang dikontrol dengan pelukisan idenya.

  • Sound dari Frost juga sangat formal, karena dia sangat menekankan kata-katanya sendiri, sajaknya berbicara tentang ”sound of sense”. Karena puisinya sering merefleksikan dirinya sendiri sehingga menghasilkan artikulasi dan rhytms dari petani New England.

  • Kemegahan puisi Frost terletak di dalam bahasa dan seni lukisan dari kehidupan New England yang dibentuk dari frasa keterangan.

  • Dalam beberapa puisinya, ia mengeluarkan gagasan dari tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seseorang.

  • Dia menganggap manusia sangat berhubungan dengan alam, dan manusia pada dasarnya adalah seorang yang asing di dunia yang tidak dapat beradaptasi dengan alam.

  • Dengan demikian dapat kita lihat bahwa kehidupannya di New England sangat berperan besar terhadap tulisan-tulisan Frost.

  • Puisinya berasal dari pelukisan-pelukisan alam, seperti apa yang ia lihat yang mengalir ke dalam pikirannya secara artistik.

  • Menurut Frost, seorang manusia harus menerima kenyataan alam dan misteri, hal ini terlihat dalam karyanya ”Stopping by the woods on a Snowy Evening” yang menggambarkan adanya hubungan antara keindahan alam dan misteri, dan menghormati keindahan dunia.

Dalam karya-karyanya, Frost menggunakan figurative language untuk mengungkapkan setiap luapan emosinya, dan setiap puisi yang ia tulis terlihat secara figuratif dalam dua indra.

 

Di Amerika yang termasuk kedalam modern period yaitu Robert Frost dan Flannery O’Connor merupakan penyair atau penulis terkenal untuk menggantikan generasi yang telah hilang dan akhirnya dia sebagai generasi penerus pada periode tersebut. Sedangkan yang biasa dipanggil dengan sebutan Penyair-penyair “The Jazz Age, 1914 – 1929. Seperti Hemingway,Stein, Fitzgerald dan Faulkner.

REFERENCE :

www.wikipedia.com

jhan hochman, in an essay for poetry for students, gale, 1998.

20th-century literature about literaryhistory.com 1998-2009 by jan pridmore

http://www.linguist.org.cn/doc/su200706/su20070615.pdf.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: