Tauhid, Yang Pertama dan Yang Utama

Jika antum telah cukup ilmu, maka diwajibkan atas antum untuk berdakwah sesuai dengan ilmu yang antum miliki. Sebab Rasulullah memerintahkan kepada ummatnya, “Sampaikanlah meski hanya satu ayat”. Materi atau bab pertama yang harus antum dakwahkan adalah mengajak manusia agar mereka hanya mempersembahkan segalanya hanya untuk Allahuta’ala, firman-Nya :

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-An’am : 162)

Maksudnya adalah tidak mendahkwahkan bagaimana manusia terhadap siyasah, muamalah, ataupun akhlak. Meskipun kesemua aspek tersebut penting, ketika antum mendapati tauhid suatu kaum rusak, maka perbaiki terlebih dahulu tauhidnya. Jangan sampai antum perbaiki yang lain sedangkan tauhid dikebelakangkan.

Antum bayangkan, seandainya antum mengutamakan selain tauhid yang terjadi adalah bahaya besar sedang mengancam. Betapa tidak, seluruh ibadah dapat terhapus layaknya debu dia atas batu licin yang kemudian diguyur hujan. Terhapuslah ibadah itu hingga tiada tersisa. Beginilah contoh jika tauhid dikebelakangkan.

Amsal, hasil dari dakwah antum adalah seseorang berakhlak baik, ekonominya luar biasa, pandangan politiknya lihai. Semangat. Kesemua itu ia landaskan kepada aturan-aturan Islam, akan tetapi ia masih meminta kepada dukun, menyembah kubur, memohon kepada yang sudah mati, dan syirik lain. Masihkah ibadah seperti orang seperti di atas diterima di sisi Allahuta’ala? Padahal, Dia menghendaki peribadahan yang benar-benar bersih dari segala bentuk penyekutuan.

Utamakan dakwah tauhid. Dengan tertanamnya tauhidullah kepada mereka, kesadaran akan Islam akan tumbuh. Satu biji yang antum tanam, maka puluhan batang tumbuh, ratusan cabang dan ranting bertunas, dan ribuan dedaunan. Tauhid merupakan awal, pondasi dari seluruh keimanan, merupakan akar dari segala ibadah. Semuanya bertitik dari tauhid.

Tentu hal mengerikan ketika tertampak pada kita ibu menzinahi ibu kandungnya lebih buruk daripada memasang rajah yang kemudian dipajang untuk penglaris. Naudzubillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: