Dari Roman Jakobson untuk Metafora (Desti Laela)
27 Nov 2010 Leave a Comment
in Semiotik
1. Teori
Ada beberapa faktor yang di utarakan oleh Roman Jackobson yang mempengaruhi fungsi bahasa. Yaitu factor pesan yang apabila sebuah komunikasi ditekankan pada pesan, maka dikatakan bahwa bahasa mengandung fungsi puitik atau fungsi estetis. Fungsi puitik ditandai oleh antara lain perulangan, penyimpangan, penonjolan, atau keambiguan. Bila di tinjau dari segi strukturalis semua itu menyangkut segi penanda (ekspresi) dan petanda (isi). Jakobson mengungkapkan salah satu fungsi dari pesan-pesan tersebut adalah penggunaan alat-alat literature sebagai metapora dan metonimi. Fungsi puitik ini juga dapat di jumpai dalam berbagai konteks tidak hanya dalam teks sastra saja akan tetapi dapat dijumpai dalam surat artikel surat kabar, ceramah, dan lain sebagainya. Jakobson mengungkapkan bahwa setiap produksi verbal dapat memiliki fungsi puitik selama memenuhi sifat-sifat atau syarat-syarat yang telah di sebutkan di atas. More
Perempuan dan Ketiak Laki-Laki (Dalam Revisi)
27 Nov 2010 Leave a Comment
in Semiotik
proses kelahiran karya sastra diprakondisi oleh kode sosial budaya yang melingkup pengarang. Pernyataan tersebut dengan mudah kita temukan dalam karya-karya sastra yang ada di sekeliling kita; pengarang mempunyai kebebasan memberikan citra, gambaran tertentu terhadap tokoh, tetapi dalam banyak hal tampak terpengaruh oleh kondisi sosial budaya yang melingkupi kehidupannya. Pengarang yang berdarah Jawa dan beragama Islam, misal, dalam karya tulisnya tentu akan mudah ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan Jawa atau pun Islam.
