Buanglah Sampah pada Tempatnya

Slogan pada judul di atas sangat mudah ditemui, tidak hanya pada bungkus makanan seperti permen, roti, kue, kopi, susu, atau cemilan yang lain; tetapi juga tertulis pada bungkus detergen, isi ulang sabun atau pun sampo. Hampir setiap barang yang mudah menjadi sampah, slogan tersebut ditemukan. Bukan tanpa makna, slogan tersebut mengandung makna yang cukup dalam; bergantung pemaknaan yang digunakan pembacanya. Bahkan, dari sampah ini dapat diperkirakan tingkat peradaban suatu masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah menjadi hal yang sangat urgen bagi setiap masyarakat. More

MENCARI TITIK

I went to the woods because I wished to live deliberately,
to front only the essential facts of life . . .
and not, when I came to die, discover that I had not lived.

“Where I lived” dan “What I lived for” merupakan dua pertanyaan yang tidak cukup dijawab dengan jawaban singkat, lebih dari itu dua pertanyaan ini merupakan pertanyaan tentang kehidupan kita di dunia ini. Kita berada di dunia, jelas ini jawaban pertanyaan pertama, dan kita akan menuju satu titik tertentu dan itulah yang menjadi tujuan kita merupakan jawaban pertanyaan kedua. Akan tetapi, permasalahannya adalah, sesingkat dan sesederhana itukah? More

NATURAL SELECTION, IMAJINASI BERUJUNG BENCANA

Perang adalah kebutuhan makhluk hidup. Perang sama pentingnya dengan pertarungan unsur-unsur alam : perang memberikan keputusan yang menurut ilmu kehidupan adalah adil, karena keputusannya berpijak pada sifat paling mendasar dari segala sesuatu. (M. F. Ashley Montagu (1961 : 76-77) More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.